Jumat, 20 Juni 2014

JENIS TULISAN DALAM BAHASA INDONESIA



       Karangan adalah suatu karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami.
Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian:
  1. Narasi
  2. Deskripsi
  3. Eksposisi
  4. Argumentasi
  5. persuasi

Karangan Narasi
       Karangan narasi ialah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa yang biasanya disusun  menurut  urutan  waktu. Yang termasuk narasi ialah cerpen, novel, roman, kisah perjalanan, biografi, otobiografi.
Ciri-ciri/karakteristik karangan Narasi
       Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa
       Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir
       Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian
       Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci
       Pola narasi secara sederhana: awal – tengah – akhir Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh.
       Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.
       Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita.
       Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri
Contoh narasi berisi fakta:
Ir. Soekarno
                Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang
Contoh narasi fiksi:
Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.

       Langkah menyusun narasi (fiksi):
  1. melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide.
  2. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H. Di mana seting/ lokasi ceritanya, siapa pelaku ceritanya, apa yang akan diceritakan, kapan peristiwa-peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan bagaimana cerita itu dipaparkan.
Karangan Eksposisi
       Karangan Eksposisi adalah bentuk karangan yang memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan, memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.
       Ciri-ciri/karakteristik karangan Eksposisi
Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
       Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi  (data faktual)
       Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakankehendak
       Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada
       Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu
Contoh:
                Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.
Topik yang tepat untuk eksposisi, antara lain:
       Manfaat kegiatan ekstrakurikuler
       Peranan majalah dinding di sekolah -Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil.
       Catatan: Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
Contoh paparan proses:
                Cara mencangkok tanaman:
                Ø  Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur,      dan sabut secukupnya.
                Ø  Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat dengan diameter kira-kira 1,5 sampai 2 cm.
                Ø  Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat        dan dikelupas sampai bersih kira-kira      sepanjang 10 cm.
       Langkah menyusun eksposisi:
                Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.

Karangan Argumentasi
       Karangan Argumentasi adalah karangan yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca terhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.
       Ciri-ciri/karakteristik karangan Argumentasi
 Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca
       Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar
        Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca
         Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas
         Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian
Contoh:
                                                    Teknologi Komunikasi harus segera dikuasai
Seiring dengan perkembangan zaman seperti yang kita rasakan saat ini, teknologi komunikasi sangat penting dalam kehidupan dan harus kita kuasai. Mengapa demikian? Karena, dengan kita telah menguasai teknologi komunikasi, kita mampu berkomunikasi secara global atau mendunia. Ada berbagai produk teknologi baru, seperti satelite, komputer pribadi, printer laser, scanner, telefon seluler, laptop, internet, LAN, HTML, camera digital, USB Flash Disk, dsb telah banyak memberi kontribusi dalam kemajuan bidang komunikasi saat ini. Teknologi internet telah merubah cara orang berkomunikasi, misalnya, melalui Email. Email merupakan kunci utama perubahan cara berkomunikasi. Dengan hanya mempunyai satu alamat email, kita dapat mengikuti berbagai model komunikasi yang ada di Internet. Beberapa model komunikasi itu, diantaranya : Forum, Milis/Group, Situs jejaring sosial, Blog, Situs sharing file, E-learning menggunakan teleconference. Saat ini manusia sangat memanfaatkan penemuan-penemuan teknologi yang ada di segala bidang, sehingga kemajuan teknologi itu memang saat penting bagi manusia, terutama di bidang komunikasi. Oleh sebab itu sangat diharapkan akan adanya kemajuan teknologi yang dapat menunjang perkembangan positif.Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi  komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitas.

       Karangan Deskripsi

Karangan Deskripsi ialah karangan yang menggambarkan atau melukiskan sesuatu seakan-akan pembaca melihat, mendengar, merasakan, mengalaminya sendiri.
Ciri-ciri / karakteristik karangan deskripsi
       Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
       Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu objek yang  dideskripsikan
       Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa  tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan
       Penulisannya dapat menggunakan cara atau metoderealistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau sikap penulis.
       Contoh deskripsi berisi fakta:
Keramaian di Alun-alun Garut
Udara sejuk dan cuaca yang cerah pagi itu, dimanfaatkan masyarakat untuk berolah raga senam di alun-alun Garut , disana banyak pohon yang rindang sebagai tempat untuk berteduh, kicau burung menambah suasana ramai, tempat yang bersih dan nyaman membuat orang-orang berdatangan silih berganti ke alun-alun Garut. Banyak masyarakat yang beraktivitas di sekeliling alun-alun Garut, seperti berjualan asongan , berjualan es kelapa, dan menjajakan makanan lainnya juga, senantiasa mereka menunggu para pembeli ,ada yang unik disana terlihat seorang pria yang membuat kereta mini yang ditarik oleh domba, dan kereta ini hanya dapat ditunggangi oleh anak-anak saja.Alun-alun Garut merupakan pusat kota Garut, oleh karena itu, semua jenis angkutan umum melewati alun-alun , berderet panjang menunggu penumpang. Ada sebuah sekolah depan alun-alun namanya SMA 11 Garut, setiap jam pulang sekolah, alun-alun dijadikan tempat bercengkrama dan bersenda gurau oleh siswa dari beberapa sekolah.
Contoh deskripsi berupa fiksi:
       Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain.

Karangan Persuasi
       Paragraf Persuasi adalah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai dengan bukti dan fakta (benar-benar terjadi).
       Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti dan juga melaksanakan apa yang menjadi ajakan dari ide tersebut.
       Paragraf persuasi memang memiliki banyak kesamaan dengan paragraf
argumentasi, bedanya paragraf persuasi lebih cenderung menjadi sebuah
ajakan
       Ciri-ciri paragraf persuasi :
       Persuasi berasal dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah. 
       Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya.
       Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui
       kepercayaan antara penulis dengan pembaca.
       Persuasi sedapat mungkin menghindari konflik agar kepercayaan tidak
       hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.
       Persuasi memerlukan fakta dan data.
       Contoh
Katakan tidak pada NARKOBA
Seperti yang kita ketahui bahwa Narkoba sangat berbahaya bagi tubuh.Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis. Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penelitian.Tetapi karena berbagai alasan, mulai dari keinginan untuk coba-coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial, ingin melupakan persoalan, dll. Maka narkoba kemudian disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berlanjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi, disebut juga kecanduan. Biasanya penyalahgunaan ini diawali dengan coba-coba, senang-senang, menggunakan pada saat keadaan tertentu, penyalahgunaan dan ketergantungan.  Penyalahgunaan narkoba mengakibatkan gangguan fisik dan psikis. Semua tergantung jenis narkoba yang dipakai, cara penggunaan dan lamanya penggunaan. Gangguan itu yang terjadi antara lain; kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, lambung, paru/pernafasan, jantung dan pembuluh darah, penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik yang dipakai bergantian, kelumpuhan otot, gangguan neurologis, kehamilan, kelainan hormon, dan kanker. Sementara gangguan psikisnya adalah; sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku sampai mengalami sakit jiwa. Akibat fisik dan psikis adalah kurang bisa berhubungan sosial dengan orang lain, merugikan orang lain, contoh: perkelahian, kecelakaan lalu lintas. Oleh sebab itu lah, Saya mengingatkan agar generasi muda menjauhi narkoba. Jangan sekali pun mencoba jika tak ingin terjerumus lebih dalam. ”Banyak hal positif yang bisa kita buat, karena, Narkoba akan membunuh penggunanya pelan-pelan”.
Persamaan dan Perbedaan Karangan
Persamaan Argumentasi dan Eksposisi
       Argumentasi dan Eksposisi sama-sama menjelaskan pendapat, gagasan, dan keyakinan kita
       Argumentasi dan Eksposisi sama-sama memerlukan fakta yang diperkuat  atau diperjelas dengan angka, peta, grafik, diagram, gambar, dll.
       Argumentasi dan Eksposisi sama-sama memerlukan analisis dalam pembahasan
       Argumentasi dan Eksposisi sama-sama menggali idenya dari:
                                                                         Ø  Pengalaman
                                                          Ø  Pengamatan dan Penelitian
                                                                 Ø  Sikap dan Keyakinan

Perbedaan Argumentasi dan Eksposisi
       Tujuan eksposisi hanya menjelaskan dan menerangkan sehingga pembaca memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya. Argumentasi bertujuan untuk mempengaruhi pembaca sehingga pembaca menyetujui bahwa pendapat dan keyakinan kita benar.
       Eksposisi menggunakan contoh, grafik, dll. Untuk menjelaskan sesuatu yang kita kemukakan . Argumentasi memberi contoh, grafik, dll. Untuk membuktikan bahwa sesuatu yang kita kemukakan itu benar
       Penutup pada eksposisi biasanya menegaskan lagi dari sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya
       Penutup pada argumentasi biasanya berupa kesimpulan atas sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya.
Perbedaan & Persamaan Argumentasi dengan Persuasi
Perbedaan Argumentasi dengan Persuasi
A. Argumentasi :
       Tujuan untuk meyakinkan pembaca berisi gagasan, pendapat, atau tanggapan tentang suatu masalah. Karangan Argumentasi bertujuan mempengaruhi pembaca, sehingga pembaca akhirnya menyetujui bahwa pendapat keyakinan dan sikap penulis benar.
       Penyertakan alasan dan bukti, pembaca yakin bahwa gagasan penulis adalah benar.
       Di dalamnya disertakan bukti-bukti kuat
       Dalam paparan disertai dengan grafik, statistik dan lain-lain untuk membuktikan
B. Persuasi :
       Bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu
       Untuk mencapai tujuan itu, penulis tidak menggunakan bentuk paksaan terhadap pembaca, melainkan menggunakan upaya untuk merangsang pembaca mengambil keputusan sesuai kemauan penulis. Salah satu upaya itu adalah menyajikan bukti dan alasan.
       Di dalamnya disertakan alasan;bersifat motorik dalam karangan / pada paparan
       Dalam paparan hanya disertai alasan penulis untuk mempengarahui, meskipun terdapat data berupa bukti-bukti itu pun terdapat hanya sedikit
Persamaan Argumentasi dengan Persuasi

       Sama-sama menjelaskan pendapat dan keyakinan penulis

DIKSI DAN PILIHAN KATA


}  Diksi = piliha kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu.
}  Semakin tepat pilihan kata yang digunakan oleh seseorang, akan semakin baik interpretasi yang diucapkan atau diungkapkan, sehingga pendengar atau pembaca bisa menangkap dengan baik apa yang dimaksud oleh pembicara atau penulis.
Ketepatan pemilihan kata bertujuan :
}  Membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham terhadap apa yang disampaikan pembicara atau penulis.
}  Menghasilkan komunikasi puncak (yang paling efektif) tanpa salah penafsiran atau salah makna
}  Menghasilkan respon pembaca atau pendengar sesuai dengan harapan penulis atau pembaca
}  Menghasilkan target komunikasi yang diharapkan
}  Untuk itu diperlukan sesuatu yang disebut dengan kesesuaian pilihan kata dan ketepatan pilihan kata walaupun kedua kata tersebut memiliki arti yang berbeda.
}  Penguasaan kosa kata tidak akan pernah terlepas dari kemampuan menggunakan pilihan kata secara tepat.
Syarat-syarat ketepatan diksi
  1. Membedakan secara cermat denotasi dan konotasi
  2. Membedakan dengan cermat kata-kata yang hampir bersinonim
  3. Membedakan kata-kata yang mirip ejaannya
  4. Tidak menafsirkan makna kata secara subjektif berdasarkan pendapat sendiri, jika pemahaman belum dapat dipastikan.
  5. Waspada terhadap penambahan imbuhan asing
  6. Membedakan pemakaian kata penghubung yang berpasangan secara tepat
  7. Membedakan kata umum dan katab khusus dengan cermat
  8. Memperhatikan perubahan makna yang terjadi pada kata-kata yang sudah dikenal
  9. Menggunakan dengan cermat kata bersinonim, berhomofoni, dan berhomografi
  10. Menggunakan kata abstrak dan konkret dengan cermat
  11. Tidak menafsirkan makna kata secara subjektif berdasarkan pendapat sendiri, jika pemahaman belumd apat dipastikan.
MAKNA KATA   
}  Berdasarkan jenis semantik :
  1. Makna leksikal
  2. Makna gramatikal
}  Berdasarkan ada tidaknya referen pada sebuah kata atau leksem dibedakan menjadi:
  1. makna referensial
  2. Makna nonreferensial
}  Berdasarkan ada atau tidaknya nilai rasa pada sebuah kata atau leksem dibedakan menjadi :
  1. Denotatif, yaitu makna yang wajar sesuai dengan apa adanya, makna yang digunakan secara jelas/eksplisit.
  2. Konotatif, yaitu makna yang bukan sebenarnya yang umumnya bersifat sindiran dan merupakan makna denotasi yang mengalami penambahan.
}  Berdasarkan ketepatan maknanya dibedakan menjadi :
  1. Makna kata
  2. Makna istilah atau makna umum dan khusus
}  Kata umum adalah kata yang cakupan maknanya lebih luas (hipernim) / (denotatif)
}  Kata khusus adalah kata yang cakupan maknanya lebih sempit atau terbatas (hiponim) / (konotatif)
Contoh :               kata umum : melihat
                                kata khusus : menyaksikan, meneliti, memeriksa, melirik, melotot
}  Berdasarkan ada tidaknya hubungan makna sebuah kata dengan makna kata lain :
  1. Makna konseptual
  2. Makna asosiatif
}  Berdasarkan bisa atau tidaknya diramalkan atau ditelusuri baik secara leksikal maupun gramatikal :
1. Idiomatik
}                  Idiom adalah ungkapan bahasa yang artinya tidak secara langsung dapat dijabarkan dari unsur-unsurnya, contoh : gulung tikar, adu domba, muka tembok, kata-kata tersebut tidak bisa dipertukarkan.
}  Semua bentuk idiom atau ungkapan tergolong dalam kata yang bermakna konotatif.
2. Peribahasa

Ø  Makna peribahasa bersifat memperbandingkan atau mengumpamakan.

BAHASA DALAM RESENSI


BAHASA DALAM RESENSI
       Menurut KBBI resensi berarti pertimbangan atau pembicaraan tentang nilai sebuah hasil karya baik fiksi maupun nonfiksi.
       Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isis buku, membahas atau mengkritik buku dengan tujuan untuk memberikan informasi mengenai isi buku kepada masyarakat.

UNSUR-UNSUR RESENSI :

  1. Membuat judul resensi
  2. Menyusun data buku
  3. Membuat pembukaan
  4. Tubuh atau isi pernyataan resensi buku

ABSTRAK



Abstrak adalah ringkasan atau inti sari yang mencerminkan keseluruhan isi suatu karya tulis ilmiah atau laporan ilmiah.
Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca tentang apa yang terdapat dalam suatu tulisan. Pada umumnya abstrak diletakkan pada bagian awal sebelum bab-bab penguraian.
Dua konsep utama dalam membuat abstrak:
  1. Conciseness
  2. Significance
Fungsi / Tujuan abstrak:

·         Current awareness: memudahkan para pembaca untuk mendapatkan informasi terbaru tentang suatu bidang yang diminati, tanpa harus membaca seluruh isi dokumen
       Menghemat waktu pembaca
       Melanjutkan membaca atau tidak ?
       Menghindari terjadi duplikasi tulisan
       Keyword : memudahkan dalam penyimpanan secara elektronis
Dalam menyusun atau menulis sebuah abstrak, perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :
A. Tujuan (Purpose)
       Apa alasan penulis ?
       Apa ide utama (main idea) dari penulis ?
 B. Cakupan (Scope)
       Apa yang menjadi fokus penulis ?
       Dimana yang menjadi konsentrasi dari penulis ?
C. Metode (Method)
       Jenis-jenis temuan yang ditampilkan penulis ?
       Bagaimana penulis meyakinkan pembaca tentang validitas dari ide utamanya ?
 D. Hasil (result)
       Apa konsekuensi dari permasalahan atau isu yang didiskusikan penulis ?

       Rekomendasi (recommendations)
       Apa solusi yg ditawarkan penulis ?
       Apakah penulis merekomendasikan perubahan atau aksi tertentu ?
 E. Kesimpulan (conclusions)
       Apakah penulis menggambarkan hubungan “cause & effect” ?
       Apa kesimpulan yang dibuat oleh penulis dari studi yang dilakukannya 
KETENTUAN ABSTRAK
       Menggunakan pernyataan-pernyataan singkat, jelas, informatik. Ditempatkan setelah judul dan penulis.
       Diketik satu spasi dalam satu paragraf
       maksimal 250 kata dengan margin kiri menjorok masuk beberapa ketukan ke dalam (tab).
       Biasanya, dibawahnya diikuti dengan Kata kunci
(Key words).
Ringkasan
       Gorys Keraf melukiskan ringkasan sebagai suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk singkat.
       Membuat ringkasan atas sebuah karangan yang panjang dapat diumpamakan sebagai memangkas sebatang pohon yang rindang sehingga yang tersisa adalah batang dan cabang-cabangnya yang terpenting.
       Bisa diartikan meskipun yang tersisa tinggal batang, namun tidak berarti kebermaknaan sebuah pohon akan hilang.
       APA BEDANYA RINGKASAN DNEGAN ABSTRAK?
Abstrak merupakan intisari dari sebuah tulisan dalam bentuk mini. Abstrak ini sebagai bentuk rangkuman yang sangat ketat dan lebih banyak digunakan para pembuat karya ilmiah. Orang yang membutuhkan informasi tentang karya tersebut tidak harus membaca seluruh karya dimaksud, melainkan cukup membaca abstraknya.
       Abstrak dapat ditulis oleh si penulis aslinya sendiri, dapat juga ditulis oleh pihak lain (abstractor) yang memang ahli dalam bidangnya masing-masing.
       Rambu-rambu penulisan sebuah abstrak adalah:
                a. Disajikan dalam bentuk paparan informative
                b. Bahasa yang digunakan lugas, singkat, padat dan jelas.
                c. Panjang abstrak lebih kurang 500-1500 perkataan.
d. Isi abstrak sekurang-kurangnya mencakup: Masalah dan tujuanpenelitian, gambaran singkat mengenai metode dan teknik penelitian yang digunakan, hasil-hasil penelitian, kesimpulan dan saran.
RESENSI

       menulis resensi dimaksudkan untuk memberi penilaian atau pertimbangan. Oleh karena itu istilah resensi sering disinonimkan dengan frase timbangan buku.
       Buku-buku yang diresensi biasanya buku-buku baru dengan tujuan memberikan sugesti pada pembaca dan berfungsi informative, komersial dan akademik.
       Sedang dalam membuat ikhtisar bacaan tersebut merupakan ide pokok yang berisi informasi dan ide penjelas yang memberikan sokongan kuat terhadap ide pokok. Hal yang perlu diingat dalam pembuatan ikhtisar adalah kebebasan menggunakan kata-kata sendiri tanpa merusak ide asli. Agar kaitan antaride menjadi runtun dan padu, maka si pembuat ikhtisar bisa menggunakan kata-kata sambung/hubung/konjungsi dan sejenisnya yang mengikat keutuhan ikhtisar yang dibuatnya.
       Kerabat dekat lain dengan ringkasan adalah Sinopsis, yang merupakan istilah yang digunakan dalam pembuatan ringkasan dari sebuah karya sastra yang berbentuk prosa dan drama.

       Meskipun membaca sinopsis sebuah karya sastra dapat memberikan informasi umum tentang karya tersebut, namun ada unsur lain yang terabaikan. Membaca karya sastra tidak sekedar memetik intisari dari jalan ceritanya, siapa pelakunya, kapan dan dan di mana terjadinya, melainkan yang lebih penting adalah mengapresiasi unsur estetiknya serta mengambil makna dan hikmah dari karya sastra tersebut. 

Selasa, 17 Juni 2014

Metode Penelitian


Pendekatan, Jenis dan Metode Penelitian Pendidikan

Metode penelitian berhubungan erat dengan prosedur,  teknik,  alat, serta desain penelitian yang digunakan. Desain penelitian harus cocok dengan pendekatan  penelitian yang dipilih. Prosedur, teknik, serta alat yang digunakan dalam penelitian harus cocok pula dengan metode penelitian yang ditetapkan. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti perlu menjawab sekurang-kurangnya tiga pertanyaan pokok (Nazir, 1985) yaitu:
  1. Urutan kerja atau prosedur apa yang harus dilakukan dalam melaksanakan suatu penelitian?
  2. Alat-alat (instrumen) apa yang akan digunakan dalam mengukur ataupun dalam mengumpulkan data serta teknik apa yang akan digunakan dalam menganalisis data?
  3. Bagaimana melaksanakan penelitian tersebut?
Jawaban atas ketiga pertanyaan tersebut memberikan kepada peneliti urutan-urutan pekerjaan yang terus dilakukan dalam suatu penelitian. Hal ini sangat membantu peneliti untuk mengendalikan kegiatan atau tahap-tahap kegiatan serta mempermudah mengetahui kemajuan (proses) penelitian. Metode penelitian menggambarkan rancangan penelitian yang meliputi prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data, serta dengan cara apa data tersebut diperoleh dan diolah/dianalisis.  Dalam  prakteknya terdapat sejumlah metode yang biasa digunakan untuk kepentingan penelitian.
Berdasarkan sifat-sifat masalahnya, Suryabrata (1983) mengemukakan sejumlah metode penelitian yaitu sebagai berikut


  1. Penelitian Historis yang bertujuan untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif.
  2. Penelitian  Deskriptif yang yang bertujuan untuk  membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu.
  3. Penelitian Perkembangan yang bertujuan untuk menyelidiki pola dan urutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu.
  4. Penelitian Kasus/Lapangan yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungansuatu obyek
  5. Penelitian  Korelasional yang bertujuan untuk  mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasarkan koefisien korelasi
  6. Penelitian  Eksperimental suguhan yang bertujuan untuk  menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan melakukan kontrol/kendali
  7. Penelitian  Eksperimental semu yang bertujuan untuk  mengkaji kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak memungkinkan ada kontrol/kendali, tapi dapat diperoleh informasi pengganti bagi situasi dengan pengendalian.
  8. Penelitian  Kausal-komparatif yang bertujuan untuk  menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat, tapi tidak dengan jalan eksperimen tetapi  dilakukan dengan pengamatan terhadap data dari faktor yang diduga menjadi penyebab, sebagai pembanding.
  9. Penelitian  Tindakan yang bertujuan untuk  mengembangkan keterampilan baru atau pendekatan baru dan diterapkan langsung serta dikaji hasilnya.
McMillan dan Schumacher (2001) memberikan pemahaman tentang metode penelitian dengan mengelompokkannya dalam dua tipe utama yaitu kuantitatif dan kualitatif yang masing-masing terdiri atas beberapa jenis metode sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut.

Jenis-Jenis Metode Penelitian

Jenis-Jenis Metode Penelitian


Banyaknya jenis metode penelitian sebagaimana dikemukakan di atas, dilandasi oleh adanya perbedaan pandangan dalam menetapkan masing-masing metode. Uraian selanjutnya tidak akan  mengungkap semua jenis metode yang dikemukakan di atas tetapi membahas secara singkat beberapa metode penelitian sederhana yang sering digunakan dalam penelitian pendidikan.

A. Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada masalah-masalah actual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakukan khusus terhadap peristiwa tersebut. Variabel yang diteliti bisa tunggal (satu variabel) bisa juga lebih dan satu variabel.

B. Studi Kasus

Penelitian Studi kasus pada dasarnya mempelajari secara intensif seseorang individu atau kelompok yang dipandang mengalami kasus tertentu. Misalnya, mempelajari secara khusus kepala sekolah yang tidak disiplin dalam bekerja. Terhadap kasus tersebut peneliti mempelajarinya secara mendalam dan dalam kurun waktu cukup lama. Mendalam, artinya mengungkap semua variable yang dapat menyebabkan terjadinya kasus tersebut dari berbagai aspek.
Tekanan utama dalam studi kasus adalah mengapa individu melakukan apa yang dia lakukan dan bagaimana tingkah lakunya dalam kondisi dan pengaruhnya terhadap lingkungan. Untuk mengungkap persoalan kepala sekolah yang tidak disiplin peneliti perlu mencari data berkenaan dengan pengalamannya pada masa lalu, sekarang, lingkungan yang membentuknya, dan kaitan variabel-variabel yang berkenaan dengan kasusnya. Data diperoleh dari berbagai sumber seperti rekan kerjanya, guru, bahkan juga dari dirinya. Teknik memperoleh data sangat komprehensif seperti observasi perilakunya, wawancara, analisis dokumenter, tes, dan lain-lain bergantung kepada kasus yang dipelajari.
Setiap data dicatat secara cermat, kemudian dikaji, dihubungkan satu sama lain, kalau perlu dibahas dengan peneliti lain sebelum menarik kesimpulankesimpulan penyebab terjadinya kasus atau persoalan yang ditunjukkan oleh individu tersebut. Studi kasus mengisyaratkan pada penelitian kualitatif. Kelebihan studi kasus dari studi lainnya adalah, bahwa peneliti dapat mempelajari subjek secara mendalam dan menyeluruh.
Namun kelemahanya sesuai dengan sifat studi kasus bahwa informasi yang diperoleh sifatnya subyektif, artinya hanya untuk individu yang bersangkutan dan belum tentu dapat digunakan untuk kasus yang sama pada individu yang lain. Dengan kata lain, generalisasi informasi sangat terbatas penggunaannya. Studi kasus bukan untuk menguji hipotesis, namun sebaliknya hasil studi kasus dapat menghasilkan hipotesis yang dapat diuji melalui penelitian lebih lanjut. Banyak teori, konsep dan prinsip dapat dihasilkan dan temuan studi kasus.

C. Penelitian Survei

Penelitian survei cukup banyak digunakan untuk pemecahan masalah-masalah pendidikan termasuk kepentingan perumusan kebijaksanaan pendidikan. Tujuan utamanya adalah mengumpulkan informasi tentang variabel dari sekolompok obyek (populasi). Survei dengan cakupan seluruh populasi (obyek) disebut sensus. Sedangkan survei yang mempelajari sebagian populasi dinamakan sampel survei. Untuk kepentingan pendidikan, survei biasanya mengungkap permasalahan yang berkenaan dengan berapa banyak siswa yang mendaftar dan diterima di suatu sekolah? Berapa jumlah siswa rata-rata dalam satu kelas? Berapa banyak guru yang telah memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan? Pertanyaan-pertanyaan kuantitatif seperti itu diperlukan sebagai dasar perencanaan dan pemecahan masalahpendidikan di sekolah. Pada tahap selanjutnya dapat pula dilakukan perbadingan atau analsis hubungan antara variabel tersebut.

D. Studi Korelasional

Seperti halnya survei, metode deskriptif lain yang sering digunakan dalam pendidikan adalah studi korelasi. Studi ini mempelajari hubungan dua variabel atau lebih, yakni sejauh mana variasi dalam satu variable berhubungan dengan variasi dalam variabel lain. Derajat hubungan variable-variabel dinyatakan dalam satu indeks yang dinamakan koefisien korelasi. Koefisien korelasi dapat digunakan untuk menguji hipotesis tentang hubungan antar variabel atau untuk menyatakan besar-kecilnya hubungan antara kedua variabel.
Studi korelasi bertujuan menguji hipotesis, dilakukan dengan cara mengukur sejumlah variabel dan menghitung koefisien korelasi antara variabel-variabel tersebut, agar dapat ditentukan variabel-variabel mana yang berkorelasi. Misalnya peneliti ingin mengetahui variabel-variabel mana yang sekiranya berhubungan dengan kompetensi profesional kepala sekolah.
Semua variabel yang ada kaitannya (misal latar belakang pendidikan, supervisi akademik, dll) diukur, lalu dihitung koefisien korelasinya untuk mengetahui variabel mana yang paling kuat hubungannya dengan kemampuan manajerial kepala sekolah.

E. Penelitian Eksperimen

Penelitian eksperimen dapat didefinisikan sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat. Penelitian eksperimen merupakan metode inti dari model penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam metode eksperimen, peneliti harus melakukan tiga persyaratan yaitu kegiatan mengontrol, kegiatan memanipulasi, dan observasi. Dalam penelitian eksperimen, peneliti membagi objek atau subjek yang diteliti menjadi 2 kelompok yaitu kelompok treatment yang mendapatkan perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan.

F. Penelitian Tindakan

Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleleksi-diri yang dilakukan oleh para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki praktek yang dilakukan sendiri. Dengan demikian akan diperoleh pemahaman mengenai praktek tersebut dan situasi di mana praktek tersebut dilaksanakan. Terdapat dua esensi penelitian tindakan yaitu perbaikan dan keterlibatan. Hal ini mengarahkan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga area yaitu: (1) Untuk memperbaiki praktek; (2) Untuk pengembangan profesional dalam arti meningkatkan pemahaman/kemampuan para praktisi terhadap praktek yang dilaksanakannya; (3) Untuk memperbaiki keadaan atau situasi di mana praktek tersebut dilaksanakan.

G. Metode Penelitian dan Pengembangan (R&D)

Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah strategi atau metode penelitian yang cukup ampuh untuk memperbaiki praktek. Yang dimaksud dengan Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah rangkaian proses atau langkah-langkah dalam rangka mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada agar dapat dipertanggung jawabkan. Produk tersebut tidak selalu berbentuk benda atau perangkat keras (hardware), seperti buku, modul, alat bantu pembelajaran di kelas atau di laboratorium, tetapi bisa juga perangkat lunak (software), seperti program komputer untuk pengolahan data, pembelajaran di kelas, perpustakaan atau laboratorium, ataupun model-model pendidikan, pembelajaran, pelatihan, bimbingan, evaluasi, sistem manajemen, dan lain-lain.
Demikianlah beberapa metode penelitian dalam pendidikan, sumber utama dari penulisan metode penelitian ini yaitu dari Surya Dharma, MPA., Ph.D, (2008) Pendekatan, Jenis, Dan Metode Penelitian Pendidikan : Jakarta


Sumber : http://belajarpsikologi.com/pendekatan-jenis-dan-metode-penelitian-pendidikan/